Muba // harianmusi.com Ancaman akibat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin mengkhawatirkan yang terjadi pada khususnya Kabupaten Musi Banyuasin dan sekitarnya dan sering terjadi pada musim kemarau.
Rendahnya tingkat pemikiran sumber daya manusia yang mengambil keuntungan saat musim kemarau untuk membuka lahan dengan cara membakar lahannya secara diam-diam dan tidak membuka lahan dengan cara efektif lain sangatlah merugikan warga yang terdampak.
Jumlah kumulatif titik panas (hotspot) di Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai 12.956 titik. Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Selatan per akhir Agustus 2026.
Total Kumulatif: 12.956 titik panas tercatat hingga akhir Agustus 2026. Lonjakan Bulanan: Meningkat tajam dari 2.096 titik pada Juli menjadi 9.596 titik pada Agustus 2026. Wilayah Tertinggi terdampak kategori rawan diantaranya : Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) : 2.435 titik, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) : 2.139 titik, Kabupaten Muara Enim: 1.909 titik hal ini harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan khususnya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang ikut terdampak bahkan Presiden Prabowo Subianto tiba di Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026, untuk memimpin rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Salah satu warga Akmal asli Musi Banyuasin berdomisili di Kecamatan Sekayu mengatakan kepada (*media*) Kondisi cuaca dan udara akibat kebakaran hutan dan lahan saat ini sangatlah tidak baik dan mengakibatkan gangguan kesehatan seperti saluran pernapasan iritasi mata dan tenggerokan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Kambuhnya penyakit Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Pagi ini Jum’at 28 Agustus 2026 mengantar anak saya sekolah kabutnya semakin tebal dan polusi udara sangat tidak baik. Saya berharap untuk pihak terkait Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengambil langkah memperhatikan kondisi anak sekolah karena takutnya anak sekolah terganggu kesehatannya, begitu juga Dinas Kesehatan agar lebih serius memperhatikan kondisi saat ini, baik itu membagikan masker gratis kepada warga tindakan cek medis gratis ke seluruh pelosok desa, dan Dinas Lingkungan Hidup begitu juga berkoordinasi semua dengan BPBD Kabupaten Musi Banyuasin baik dalam hal terjun langsung memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di beberapa titik hotspot dan gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat yang hanya mengambil keuntungan saat musim kemarau sadar akan kesehatan, semoga ini menjadi atensi dan didengarkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin “Ujarnya.
-






