MUBA // harianmusi.com Diduga sarat penyalahgunaan jabatan dam aroma korupsi mencuat pada sejumlah proyek dilingkungan Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin.
Indikasi ini terendus dalam Proyek Jalan Produksi di Kecamatan Babat Toman.pratik penyalahgunaan jabatan diduga turut melibatkan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi.
Kadisbun Muba ini diduga “main mata” dan terlibat pengaturan proyek kegiatan tersebut dan terindikasi adanya praktik korupsi.
Ironi dari mirisnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin tersebut menuai tanggapan dari elemen masyarakat diantaranya DPC PJS Muba.
Dalam keterangannya, Ketua PJS Muba Riyansyah Putra SH CMSP menilai, permainan kotor yang terjadi diinstasi pemerintahan seperti contoh indikasi korupsi di Dinas Perkebunan tersebut merupakan potret penataan manajemen pemerintahan yang gagal dalam menciptakan ASN dan pejabat yang berintegritas.
“Pola pemerintahan yang awal yang buruk pasti akan berakhir serupa dan menghasilkan sistem yang buruk.pada lingkup pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin dalam kondisi saat ini masih jauh dari tujuan zona integritas yang menciptakan birokrasi yang bersih dari korupsi,”ungkapnya.
Praktik pengaturan Proyek Jalan Produksi di Kecamatan Babat Toman milik Dinas Perkebunan Kabupaten Muba adalah bentuk sejarah yang terukir menunjukkan ke masyarakat bahwa anggaran daerah masih menjadi arena pemangku kepentingan mencari keuntungan.
Riyan mendesak APH memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muba atas dugaan pengaturan proyek tersebut.
“Kami minta APH berani mengambil tindakan terhadap tata kelola buruk pada instansi pemerintah. Kami warning agar Kadisbun Muba segera dipanggil dan diperiksa atas indikasi penyalahgunaan wewenang dan dugaan korupsi yang diduga dilakukan,” tandasnya.
-






