Kunjungi Harianmusi.com
BeritaDaerah

Potensi Kerugian Negara, PJS Muba Desak APH Tertibkan Pengeboran Minyak Ilegal Milik Benu di Hutan Kawasan

3
×

Potensi Kerugian Negara, PJS Muba Desak APH Tertibkan Pengeboran Minyak Ilegal Milik Benu di Hutan Kawasan

Sebarkan artikel ini

MUBA // harianmusi.com DPC Pro Jurnalismedia Siber Musi Banyuasin ungkap praktik perusakan lingkungan dan penguasaan Hutan Kawasan di Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin.

Hutan Kawasan tersebut tepatnya berada di lahan eks PT Pakrin yang kini disalahgunakan dan menjadi pengeboran sumur minyak Ilegal.

Aktor dibalik praktik perusakan Hutan Kawasan tersebut terungkap yakni oknum mafia bernama “Benu”.

Ketua PJS Muba Riyansyah Putra SH CMSP mempertanyakan eksistensi aparat yang terkesan hanya bungkam tanpa ada langkah tegas yang diambil terhadap masalah Illegal Drilling di Hutan Kawasan.

“Praktik penggunaan Hutan Kawasan tanpa izin sekaligus pelanggaran hukum Illegal Drilling yang dilakukan “Benu” ini telah berlangsung lama.namun anehnya, tak satupun APH berani menertibkan,”paparnya.

Disamping itu, ia menuturkan resiko dan dampak lingkungan dari pembiaran kerusakan Hutan Kawasan oleh penegak hukum setempat beresiko menyebabkan potensi terjadinya bencana alam dikemudian hari.

“Apabila pembiaran ini terus berlangsung artinya aparat patut dicurigai terlibat dalam tak tersentuh hukumnya mafia minyak Ilegal bernama “Benu” ini.hal yang kami sayangkan adalah ekosistem Hutan Kawasan terancam dan Sumber Daya Alam yang tersimpan dilahan yang dikuasai tanpa izin ini terkuras tanpa memberikan dampak positif bagi negara dan masyarakat,”jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuntut Aparat Penegak Hukum mengambil tindakan tegas.desakan yang diberikan bukan hanya penertiban namun juga penindakan tegas.

“Kami minta “Benu” ditangkap dan lahan Hutan Kawasan yang dikuasai serta dijadikan pengeboran sumur minyak Ilegal tersebut segera ditertibkan,”pungkasnya.

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *